-->

Ketentuan Jumlah Rombel Berdasarkan Rasio Jumlah Siswa di Satuan Pendidikan

Belum lama ini telah di rilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 yang mana tentu saja membawa beberapa perubahan perubahan mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah di keluarkan.

Salah satunya adalah Ketentuan Jumlah Rombel Berdasarkan Rasio Jumlah Siswa di Satuan Pendidikan yang mana ketentuan tersebut Berdasarkan pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Sehingga satuan pendidikan diwajibkan mengikuti aturan pengisian jumlah rombongan belajar agar di Aplikasi Dapodik Versi 2019 tidak terjadi warning dan Invalid. 

Untuk itu marilah simak sedikit penjelasan dari saya apa saja Ketentuan Jumlah Rombel Berdasarkan Rasio Jumlah Siswa di Satuan Pendidikan yang diterapkan dalam Aplikasi Dapodik versi 2019 berikut ini :
Rasio rombel ini hanya berlaku untuk tingkat 1, 7 dan 10.
Untuk lebih jelas lagi di bawah ini juga ada contoh kasus oerhitungan jumlah Rombel berdasarkan Rasio Jumlah Siswa di Satuan Pendidikan

Contoh kasus jenjang SD
Terdapat siswa baru sejumlah 150 kelas 1 di SDN A.
Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:
150 siswa : 28 = 5,34. (dibulatkan ke atas = 6)

Keterangan:
150 = siswa baru di SDN A
28 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SD
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 6 rombel.


Contoh kasus jenjang SMP
Terdapat siswa baru sejumlah 200 kelas 7 di SMP C. 
Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu: 
200 siswa : 32 = 6,25. (dibulatkan ke atas = 7)

Keterangan:
150 = siswa baru di SMP C
32 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SMP
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 7 rombel.


Contoh kasus jenjang SMK
Terdapat siswa baru sejumlah 350 kelas X di SMK B. 200 siswa dengan jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dan 150 siswa dengan jurusan Produksi dan Pengelolaan Perkebunan.  Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMK dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.
Untuk jurusan ATPH:
200 siswa : 36 = 5,56 (dibulatkan ke atas = 6)
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan TKJ di kelas X sejumlah 6 rombel.
Untuk jurusan PPP:
150 siswa : 36 = 4,17 (dibulatkan ke atas = 5)
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan RPL di kelas X sejumlah 5 rombel.

Contoh kasus jenjang SMA
Terdapat siswa baru sejumlah 372 kelas X di SMA D. 198 siswa dengan jurusan MIPA dan 174 siswa dengan jurusan IIS.  Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu: 
Perhitungan rasio rombel di jenjang SMA dihitung berdasarkan masingmasing jurusan. 

Untuk jurusan MIPA : 198 siswa : 36 = 5,5 (dibulatkan ke atas = 6)
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan MIPA di kelas X sejumlah 6 rombel. 

Untuk jurusan IIS: 174 siswa : 36 = 4,84 (dibulatkan ke atas = 5) 
Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan IIS di kelas X sejumlah 5 rombel.


Apabila kita memaksa membuat rombel lebih dari ketentuan rombel tersebut diata maka dipastikan pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid sehingga rekan rekan tidak bisa melakukan kirim data / syncronasi.

Demikianlah postingan saya kali ini mengenai Jumlah Rombel Berdasarkan Rasio Jumlah Siswa semoga dapat membantu dan mempermudah rekan rekan dalam melakukan update data di APlikasi Dapodik versi 2019..

Salam data tepat dan akurat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ketentuan Jumlah Rombel Berdasarkan Rasio Jumlah Siswa di Satuan Pendidikan"

Posting Komentar

Silahkan Berikan Komentar Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel